Perumpamaan Kekudusan itu seperti ini:

18 Nov

Gak pernah bosan-bosannya saya mengingat dan membaca note ini, soalnya kena banget terutama buat anak-anak muda, sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan. Coba aja teman-teman baca perumpamaan ini dan coba direnungkan.

 

Suatu hari ada seorang bos dari sebuah perusahaan besar, ia ingin memiliki seorang supir yang pasti akan mengantarnya kemanapun ia pergi. Beberapa calon supir sudah ada yang melamar dan saatnya akan diinterview sang bos.

Bos : “Oke! Saya akan memberikan beberapa pertanyaan. Sejauh mana pengalaman kalian dalam mengendarai mobil?

Masing-masing supir memberitahukan pengalamannya mengendarai mobil, ada yang sudah belasan bahkan puluhan tahun, ada juga mereka yang mempunyai pengalaman tidak hanya mengendarai mobil saja, pernah truk atau kendaraan berat lainnya. Para calon-calon supir itu masing-masing mencoba untuk terlihat yang paling hebat di mata sang Bos.

Hingga Bos  sampai pada pertanyaan terakhir dimana jawabannnya hampir dijawab sama oleh calon-calon supir.

Bos: “Bagaimana pengalaman kalian ketika kalian sedang mengendarai mobil di tepi jurang?”

Rata-rata calon-calon supir itu menceritakan pengalamannya ketika mencoba mengendarai mobil di tepi jurang. Ada yang pernah sudah ban mobilnya 5 cm dari tepi jurang tapi dia dapat berhasil melewatinya, ada yang mencoba sekuat mungkin untuk mengendarai di tepi jurang, hingga ada 1 calon supir yang menjawab begini

Calon supir: “Saya tidak tahu, saya belum mempunyai pengalaman mengendarai mobil di tepi jurang, tetapi saya akan tahu di depan saya ada jurang ketika mengendarai mobil, lalu saya berbalik dan lewat jalan lain”

Pada akhirnya si calon supir tersebut yang jawabannya berbeda menjadi supir sang Bos.

Sumber : Kakak Rohani

Perumpamaan tersebut tidak dapat diartikan oleh hanya 1 orang, ini hanya dapat kita renungkan dan mengartikannya sendiri pada pribadi masing-masing. Kakak rohani saya memberikan pendapat nya mengenai perumpamaan tersebut dimana opini tersebut dapat diterima oleh hati saya.

Kita masing-masing adalah pengemudi di hidup kita sendiri, kita yang tahu kemana kita harus  melewati jalan, kapan harus me-rem, kapan harus meng-gas.

Ketika kita tahu bahwa akan ada jurang di depan kita, tetapi kita mencoba-coba untuk melewatinya, resiko itu sangat besar sekali untuk kita jatuh.

Misalkan: ketika kita ingin menonton suatu film, kita tahu film itu tidak layak kita nonton, tetapi kita tetap mencoba untuk menonton dan sekuat tenaga kita mencoba untuk menjaga pikiran dan hati kita untuk tidak jatuh, tetapi resikonya besar sekali untuk jatuh. Saya pernah mencoba-coba seperti itu, saya mencoba sekuat tenaga menjaga hati dan pikiran saya, tetapi toh akhirnya jatuh juga. Masih banyak contoh lainnya, ketika kita mencoba-coba untuk cabut, untuk merokok, drugs, free sex, korupsi, dll

Jadilah pengemudi yang baik dalam hidup kita, ketika kita tahu yang akan kita lakukan itu akan menuju jurang, cepat-cepatlah berbalik dari situ, jangan tunggu kita jatuh baru kita menyesal dan mencoba memperbaiki semuanya. Lebih baik menghindar daripada kita susah payah untuk membuat diri kita sok kuat menahan yang jelas-jelas itu menuju dosa.

Untuk sesaat DUNIA itu memang NIKMAT, tapi ujungnya JURANG.

 

Percaya atau tidak, inilah hal yang paling sulit dilakukan oleh setiap manusia

holy-spirit-wallpaper-pic-0112

“Kudus itu seperti mematikan tubuh kita sendiri”

Advertisement

3 Responses to “Perumpamaan Kekudusan itu seperti ini:”

  1. littleangel November 18, 2011 at 5:01 pm #

    Like…:)

    • melanz08 November 18, 2011 at 5:02 pm #

      thank u :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.